Tradisi Lebaran di kota-kota Iran

Tradisi Lebaran di kota-kota Iran

Tradisi Lebaran di kota-kota Iran

Tradisi Lebaran di kota-kota Iran

Tradisi merayakan hari raya memang selalu menarik untuk disaksikan dan dibaca, apalagi jika memiliki latar belakang keagamaan dan kepercayaan. Idul Fitri adalah salah satu hari raya umat Islam terpenting, dirayakan dengan gaya khusus di setiap kota di negara Iran. Sebagian daerah merayakannya dengan membersihkan debu, sementara daerah lain dengan memasak makanan lezat. Meskipun kehidupan perkotaan telah menyebabkan beberapa kebiasaan ini terlupakan, tradisi lebaran masih dirayakan secara berbeda di beberapa kota di Iran.

Dalam tulisan ini, kami akan memperkenalkan beberapa tradisi Idul Fitri di kota-kota Iran dan memberi tahu Anda tentang kisah dan daya tarik tradisi ini.

Tradisi lebaran di Yazd dan sup nazarnya yang lezat

Jika berbicara tentang aktifitas keagamaan yang istimewa dan menarik, kota Yazd adalah kota pertama yang harus dibicarakan. Tradisi masyarakat Yazd pada hari raya Idul Fitri adalah memasak sup nazar yang disebut "Ash Abolfazl Abbas" dan membagikannya kepada jamaah di masjid. Jika Anda berada di Yazd pada pagi hari Idul Fitri, Anda bisa mencicipi nikmatnya sup ini. Selain itu, mereka yang membutuhkan atau yang kebutuhannya telah terpenuhi, membagikan sejenis kue manis.

Manisnya tradisi lebaran di Isfahan

Idul Fitri di Isfahan memberikan warna dan cita rasa tersendiri bagi kota Isfahan dan masyarakatnya. Tradisi Idul Fitri di Isfahan memiliki cita rasa manis, karena orang-orang membagikan gaz (makanan khas Isfahan) dan kue. Jika Anda berada di Isfahan selama Idul Fitri, Anda dapat mencicipi gaz nazar yang hangat dan baru. Jadi, seperti yang Anda lihat, tradisi masyarakat Isfahan selama Idul Fitri sangatlah istimewa dan indah.

Tradisi Idul Fitri di utara Iran (Kota Mazandaran dan Gilan)

Masyarakat Iran utara memiliki tradisi yang berbeda dan menarik untuk merayakan Idul Fitri. Mereka mengenakan kostum lokal berwarna-warni dan mengadakan pertunjukan menarik. Membagi-bagikan kue dan makanan nazar kepada para penonton juga merupakan bagian dari upacara ini. Selain itu, di beberapa bagian Iran utara, sebagian orang pergi ke desa kelahiran mereka dan mengenakan pakaian adat sana. Misalnya, di Mazandaran dan Gilan, pada malam Idul Fitri, semua orang berkumpul dan makan bersama. Mereka juga berziarah ke makam dan membagikan sop. Di sisi lain, membantu anak yatim dan orang yang membutuhkan juga merupakan bagian dari tradisi Idul Fitri di wilayah utara.

Tradisi Idul Fitri di Shiraz dan jamuan sarapan

Dengan tibanya Idul Fitri, warga Shiraz dengan murah hati menjamu tetangga dan para pelancong yang datang ke wilayah mereka, dengan membagikan sarapan berupa roti, keju, dan sayuran. Tradisi lain Idul Fitri di kota Shiraz adalah bersilaturahmi dan saling berkunjung. Selain itu, di Shiraz, pada hari Idul Fitri, kue Idul Fitri atau Eidaneh akan diberikan kepada seseorang yang baru saja bertunangan.

Tradisi Idul Fitri di ibu kota Teheran

Jauh sebelum Idul Fitri tiba, sejumlah besar perencanaan dilakukan di Teheran, mulai dari layanan transportasi umum gratis hingga dekorasi jalan, sehingga ibu kota dapat menjadi tuan rumah perayaan Idul Fitri sebaik-baiknya. Jika Anda mengunjungi taman-taman kota dan tempat-tempat penting selama waktu ini, Anda mungkin akan menyaksikan luapan kegembiraan dan berbagai perayaan. Salah satu tradisi lama di Teheran selama Idul Fitri adalah membuat halva lezat yang disebut "Kachi," dan kemudian anak-anak akan membagikannya kepada tetangga dan kerabat dan anak-anak itu akan menerima THR dari mereka.

Idul Fitri di Kashan dan upacara pembersihan debu dengan air mawar

Pada hari Idul Fitri, masjid-masjid Kashan dipenuhi aroma harum dan ditaburi air mawar. Bermaaf-maafan, berdamai, dan memberikan THR Idul Fitri dari orang dewasa kepada yang lebih muda atau anak-anak merupakan tradisi masyarakat Kashan saat Idul Fitri. Salah satu tradisi yang menarik di kota ini adalah tradisi buka puasa yang digelar khusus untuk keluarga mempelai baru. Dalam tradisi ini, keluarga mempelai wanita mengundang keluarga mempelai pria, kemudian keluarga tersebut memberikan bingkisan kepada kedua mempelai, lalu berbuka puasa bersama.

Suasana indah Idul Fitri di Masyhad dan Makam Imam Ridha

Di kota Masyhad, dengan adanya makam suci Imam Ridha, Idul Fitri memiliki suasana spiritual dan indah. Biasanya masyarakat Masyhad menziarahi makam Imam Ridha pada hari raya Idul Fitri dan beribadah di sana. Makam Imam Ridha juga akan lebih terang dari sebelumnya dengan pencahayaan yang indah. Setelah melaksanakan salat Idul Fitri, orang-orang tua Masyhad mempunyai kebiasaan memasak sup ‘Qul Huwallah’ (قل هو الله) dan membagikannya kepada tetangga sebagai nazar.

Tradisi Idul Fitri di Kerman dan pertemuan dengan orang-orang yang berduka

Masyarakat Kerman memiliki tradisi yang baik pada hari Idul Fitri, yaitu selain membagikan kue dan berziarah ke makam, mereka juga mengunjungi keluarga yang telah berkabung selama setahun terakhir.

Tradisi Idul Fitri di Kish

Tradisi menarik yang dilakukan masyarakat dan penghuni Pulau Kish adalah menggelar acara lamaran dan pertunangan pada hari raya Idul Fitri. Penduduk asli daerah ini khususnya bersikeras agar upacara semacam itu diadakan pada hari raya Idul Fitri. Selain itu, jika Anda pergi ke pantai Kish pada sore saat matahari tenggelam malam Idul Fitri, Anda akan menikmati pertunjukan musik tradisional.

Tradisi berdamai pada hari raya Idul Fitri di Kohgiluyeh & Boyer-Ahmad

Masyarakat provinsi Kohgiluyeh & Boyer-Ahmad menganggap Idul Fitri sebagai hari berdamai. Pada hari ini, menurut tradisi lama, para tetua keluarga maju ke depan untuk menyelesaikan pertikaian antara orang-orang dan, dengan mendamaikannya, maka manisnya Idul Fitri akan berlipat ganda.

Saveh dan THR untuk pengantin baru di hari raya Idul Fitri

Menurut tradisi yang sudah berlangsung lama, masyarakat Saveh membawa bingkisan seperti pakaian, kue, buah-buahan, dan sebagainya kepada pasangan pengantin baru pada hari raya Idul Fitri, agar mereka dapat merayakan kebahagiaan hari raya Idul Fitri pertama bersama-sama.

Tradisi Idul Fitri di Azerbaijan Timur

Di Azerbaijan Timur, setelah Idul Fitri diumumkan, orang-orang akan bercermin, mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad saw., dan mengenakan pakaian baru pada hari ini. Di wilayah nomaden Azerbaijan Timur, menurut penelitian oleh Alizadeh Parvin (seorang peneliti populer masyarakat Azerbaijan Timur), para nomaden berkumpul di tenda besar pada hari Idul Fitri, menyembelih domba, dan menikmati semacam semur daging lokal yang lezat untuk makan siang. Selain itu pada hari ini juga dibagikan kue dan kacang-kacangan nazar. Selama hari raya Idul Fitri, para pedagang mendatangi tenda-tenda nomaden dan menjual kue, pakaian, dsb. atau kadang-kadang melakukan barter.

Perayaan Idul Fitri di beberapa desa di Azerbaijan Timur melibatkan kaum muda yang pergi dari rumah ke rumah, mengetuk pintu untuk mengumumkan kedatangan Idul Fitri, dan menunggu pemilik rumah memberi mereka kue, manisan atau hadiah lainnya setelah mendengar kabar baik ini.

Di Tabriz, orang-orang mengunjungi tetua keluarga saat Idul Fitri dan makan makanan pertama bersama setelah berpuasa selama 30 hari. Jika ada yang meninggal dunia pada tahun tersebut, mereka pergi ke pemakaman dan menyampaikan doa belasungkawa. Selain itu, bagi keluarga yang memiliki pasangan pengantin baru, pada hari raya Idul Fitri, keluarga mempelai pria memberikan hadiah kepada mempelai wanita sesuai dengan kemampuan finansialnya. Hadiah tersebut bisa berupa seekor domba kurban dan perhiasan, atau sekeranjang buah-buahan yang dihias dan pakaian.

Tradisi Idul Fitri di Sistan & Baluchestan

Menurut penelitian tentang perayaan Idul Fitri di Sistan, dapat dikatakan bahwa Idul Fitri merupakan hari raya dan resmi bagi Ahlu Sunnah. Oleh karena itu, orang-orang mempersiapkan Idul Fitri dengan membeli pakaian dan kue, seperti yang mereka lakukan untuk Nowruz (Tahun Baru Iran), dan membersihkan rumah mereka. Anak-anak muda berpakaian putih pergi melakukan rukyah hilal dan menginfokan hilal kepada penduduk desa.

Masyarakat provinsi ini melaksanakan salat Idul Fitri di suatu tempat bernama Eidgah pada hari raya Idul Fitri. Para pria saling berpelukan saat selesai shalat sebagai tanda persahabatan dan pembersihan dosa, dan merayakan selama tiga hari. Setelah shalat, semua pria pergi ke kamar mandi dan mengenakan pakaian berwarna cerah. Para wanita di daerah ini mengenakan pakaian adat yang indah yang disebut zey-astun saat Idul Fitri. Pakaian ini merupakan hasil karya masyarakat Sistan, yang dirancang dengan cermin dan sulaman. Wanita Baloch menghiasi tangan dan kaki mereka dengan desain pacar (henna) lokal pada malam Idul Fitri.

Tradisi lain Idul Fitri di Sistan adalah masyarakat Baluch mengunjungi tetua keluarga dan mengorbankan seekor domba, ayam betina atau ayam jantan, sesuai dengan kemampuan keuangan mereka. Masyarakat di wilayah ini meyakini bahwa dengan melakukan pengorbanan ini, akan melindungi diri mereka sendiri dan keluarga mereka dari kejahatan setan. Selain itu, masyarakat Sistan pergi mengunjungi keluarga dan kenalan mereka pada hari Idul Fitri dan merayakan Idul Fitri.

Tradisi Idul Fitri di Semnan

Tradisi Idul Fitri dirayakan secara khusus di berbagai wilayah di provinsi Semnan. Di desa Mojen, pinggiran kota Shahroud, pada kesempatan Idul Fitri ini, barang-barang rumah tangga dibersihkan dan lumpur merah dioleskan ke dinding jerami. Di bagian lain provinsi Semnan, para wanita menyiapkan tepung gandum dan beras untuk membuat halva. Di kota Shahroud, di bulan Ramadan orang-orang biasanya secara spontan mengumandangkan azan di rumah mereka saat azan maghrib, dan pada hari raya Idulfitri, orang yang sama menyerukan semua orang untuk merayakan dan bersukacita. Di desa-desa gurun Provinsi Semnan, mereka menuangkan zakat fitrah ke dalam wadah dan mengedarkannya dari tangan ke tangan. Di desa Nam Nik, pinggiran kota Shahroud, seorang yang baru menjadi ayah akan memberikan gandum atau beras kepada orang miskin pada Idul Fitri, yang jumlahnya setara dengan berat sepatu anaknya.

Tradisi Idul Fitri di Ardabil

Salah satu upacara Idul Fitri paling menarik di Iran diadakan di provinsi Ardabil. Tradisi Idul Fitri di Ardabil meliputi mengenakan pakaian bersih dan rapi, memberikan hadiah Idul Fitri kepada pengantin baru, dan saling mengunjungi. Pada hari ini, warga Ardebil pergi ke rumah kerabat yang baru saja bertunangan dengan putri atau putra mereka dan membuat halva khusus di sana.

Pada malam Idul Fitri, keluarga dengan pengantin baru mengadakan upacara yang disebut "Fateer Bayramliqi." Selama upacara ini, keluarga mempelai pria memberikan hadiah kepada mempelai wanita berupa halva, kue, emas, dan THR. Tradisi lain di provinsi Ardabil selama Idul Fitri disebut "Qare Bayram," dan ini melibatkan orang-orang yang mengunjungi keluarga yang kehilangan orang yang dicintainya tahun lalu.

Tradisi Idul Fitri di Kurdistan

Masyarakat Kurdistan memberi makan orang miskin dan yang membutuhkan pada hari Idul Fitri, dan menganggap tindakan ini sebagai nazar Idul Fitri atau zakat Idul Fitri. Selain itu, pada hari ini, suku Kurdi membuat segala jenis manisan, kue, biskuit, dan makanan tradisional dan membagikannya kepada keluarga yang kehilangan seseorang pada tahun sebelumnya. Salah satu upacara Idul Fitri yang spektakuler diadakan di desa Palanggan di Kurdistan. Upacara ini disebut "Seribu Rebana" dan alat musik mistis yang juga disebut daf ini dimainkan selama upacara tersebut. Biasanya, 50 orang pemain rebana turut serta dalam upacara ini, sehingga alunan upacara menjadi semakin indah dan luar biasa.

Tradisi luar biasa Suku Turkmenistan di Hari Raya Idul Fitri

Di antara kelompok etnis Iran, suku Turkmenistan terkenal dengan perayaan Idul Fitri yang luar basa. Membersihkan rumah, bersilaturahmi (saling mengunjungi), membeli kue dan pakaian merupakan beberapa kegiatan yang populer di kalangan warga Turkmenistan dalam rangka menyambut datangnya hari raya Idul Fitri. Warga Turkmenistan membuat roti lokal yang disebut "Ququn" dan membagikannya kepada tetangga dan orang-orang di sekitar mereka. Selain itu, pada hari ini, warga Turkmenistan menyembelih domba, memanggang dagingnya, dan memakannya bersama-sama.

Tradisi Idul Fitri di Khuzestan

Tradisi Idul Fitri di Khuzestan dan Ahvaz spektakuler dan menarik. Masyarakat wilayah ini saling mengunjungi, berpelukan, dan mengekspresikan kegembiraan dengan melakukan yazleh (sejenis pembacaan puisi yang disertai hentakan kaki). Tradisi lain di wilayah ini adalah sebagian keluarga berziarah ke Imam Ridha dan berupaya hadir di pelataran makam Imam Ridha pada hari raya Idul Fitri.

Orang-orang Khuzestan dan Ahwazi yang bersahabat mengenakan pakaian baru pada Idul Fitri dan mengunjungi tetua keluarga, seperti kakek-nenek. Sebelum Idul Fitri tiba, jalan-jalan di Khuzestan dipenuhi dengan antusiasme orang-orang yang datang ke kota untuk membeli pakaian dan kue.

Adat dan tradisi Idul Fitri di Hormozgan

Warga Hormozgan yang berbudaya, gemar menyelenggarakan berbagai perayaan dan dengan indah menjalankan tradisi Idul Fitri. Pada hari ini, mereka menziarahi makam leluhur atau mengunjungi keluarga mereka untuk mengucapkan selamat Idul Fitri. Kadang-kadang, mereka mengunjungi seseorang yang dekat dengan mereka untuk sarapan dan menikmati sarapan lengkap. Selain itu, pada Idul Fitri, warga Hormozgan mengenakan pakaian baru berwarna cerah dan membuat kue serta manisan lokal. Masyarakat provinsi ini percaya bahwa pada hari raya Idul Fitri, mereka harus mengesampingkan unek-unek hati dan saling berpelukan dengan hati yang penuh kasih.

Tradisi Idul Fitri di kota-kota pelabuhan

Di kota-kota pelabuhan seperti Bushehr, tradisi Idul Fitri berbeda. Di kota-kota ini, zakat fitrah disebut rahasia puasa, yang meliputi jelai, gandum, tepung, uang atau kurma, yang diberikan kepada orang-orang yang berhak dan membutuhkan pada pagi hari raya Idul Fitri.

Di kota-kota pelabuhan, apabila kepala keluarga sedang membutuhkan dan tidak punya banyak uang, ia akan membawa sebuah bejana tembaga besar untuk disampaikan kepada ulama/kyai desa agar ia membacakan doa di atas bejana tersebut dan mengucapkan niat. Bejana ini dipakai sebagai pengganti zakat fitrah, dan bejana ini dibawa pulang dan tidak dipakai sampai zakat fitrah disiapkan dan diberikan kepada orang yang berhak. Setelah itu, bejana akan kembali pada kondisinya semula dan lepas dari status jaminannya.

Di Bord Khun, setelah salat Idul Fitri, orang-orang saling mengunjungi dan menyambut dengan hidangan dengan teh, kue, dan shisha. Di sisi lain, di kota-kota selatan Iran, orang-orang mengunjungi keluarga yang telah kehilangan anggota keluarga menjelang Idul Fitri, yang diistilahkan memiliki Idul Fitri yang pahit atau menyedihkan. Tradisi ini harus diselesaikan sebelum tengah hari. Pertemuan semacam itu wajib dilakukan oleh keluarga almarhum.

Tradisi Idul Fitri di Bandar Ganaveh berbeda. Misalnya, orang pergi ke pusat-pusat keagamaan dan masjid dan membaca Al-Fatihah. Masjid dan pusat-pusat keagamaan juga menyelenggarakan majelis pembacaan Al-Fatihah dan duka cita. Mereka yang telah membangunkan sahur, setelah melaksanakan salat Idul Fitri pergi ke rumah-rumah sekitar untuk menerima upahnya.

Penutup tradisi Idul Fitri di kota-kota Iran

Dalam tulisan ini, kita membahas tentang tradisi Idul Fitri di kota-kota Iran, dan kita melihat bahwa di beberapa bagian Iran, orang-orang memanggang roti dan manisan/kue lokal, di bagian lain, saling memberi hadiah, dan berziarah ke makam. Upacara ini memiliki suasana khusus di setiap bagian Iran, dan tidak mungkin untuk mengatakan mana yang lebih indah atau lebih unggul karena adat dan tradisi ini berasal dari kepercayaan dan keyakinan yang mengandung nilai tersendiri.

Tradisi Lebaran di kota-kota Iran

Organisasi Kebudayaan dan Komunikasi Islam adalah salah satu organisasi Iran yang berafiliasi dengan Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam; dan didirikan pada tahun 1995.[]

:

:

:

: